6.15.2010

young story

Tepat pada pukul 4 pagi, saya buru buru dari rumah menuju ke bandara. Pertama kali untuk saya berangkat sepagi itu ke bandara. Setelah 2 hari sebelumnya disibukkan dengan kegiatan local conference yang sangat padat. Pada tiket tertera jadwal keberangkatan tepat pada pukul 6 pagi. Sekitar 45 menit perjalanan ke bandara, saya langsung buru buru check in, takutnya terlambat buat check in dan ditinggal pesawat. Tepat pada pukul 6, pesawat nya take off dari bandara minangkabau, dan saya langsung mengambil posisi tidur karna mata masih terasa berat, apalagi sesampai di Jakarta sudah dipastikan akan sibuk.
Pada pukul 7.40, alhamdullilah pesawat nya landing dengan sempurna di Jakarta. Keluar dari pesawat dengan keadaan perut sangat lapar sangatlah tidak menyenangkan. Ditambah lagi dituntut harus sampai di tempat meeting pada pukul 9. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli sedikit makanan untuk mengisi perut sesaat. 1 buah nasi dan satu potong ayam ditambah segelas minuman bersoda mengisi perut saya. Serasa sudah menjadi seorang businessman yang sangat sibuk dengan waktu yang terbatas, makan di bandara sendirian, dan sibuk melihat hp ditangan.
Sekitar sejam perjalanan menuju tempat meeting yang berlokasi di daerah slipi, dan dengan menggunakan ojek setelah turun dari damri ,alhamdullilah akhirnya sampai di tempat meeting yang ditentukan. Meeting kali ini terasa sangat berbeda, hanya terdapat sekitar 10 orang di ruangan. Sangat sepi dan sangat tidak meriah. Memang meeting kali ini dirancang khusus untuk sang presiden. Presiden, kata yang sangat berat menurut saya. Berat karna tanggung jawab yang dipikul di pundaknya, berat karna dialah pengambil keputusan tertinggi, dan berat karna jadi presiden, karna akan menjadi terkenal dan dilhat orang. Sering kali saya memikirkan hal hal seperti itu, dan menanyakan kepada diri sendiri, sudah siapkah anda ?? Pertanyaan itu yang sering muncul dipikiran saya.
Seiring waktu berjalan, dari satu sesi lanjut ke sesi berikutnya, presentasi ke presentasi berikutnya, break, kemudian lanjut ke sesi berikutnya. Sungguh hari yang berat, karna sesi nya memang khusus dirancang untuk si presiden. Apalagi ketika dihujani pertanyaan pertanyaan oleh peserta. Sesi yang disajikan sangatlah menarik, seperti bagaimana menjadi seorang leader yang baik, bagaimana cara bersikap, dan banyak lagi. Tp entah mengapa, hari pertama terasa sangat cepat dari biasanya, tidak terasa sudah berada di sesi terakhir. Tubuh yang semula capek, lelah, dan sudah tidak focus lagi, tiba tiba semangat kembali untuk mengikuti sesi ini.
Di hari terakhir, tidak jauh dengan hari pertama, hanya saja terasa sedikit lebih santai. Dimulai dari sesi pertama pada pukul 09.00 pagi dan selesai pada pukul 09.00 malam. Hari kedua ini lebih banyak sharing dan diskusi dengan sesama peserta. Keesokan harinya saya harus balik ke padang, karena harus kembali sebagai seorang mahasiswa dan mengikuti perkuliahan layaknya mahasiswa lain.
Satu hal yang membuat saya bangga dengan diri saya adalah tidak semua mahasiswa bisa menjadi seperti saya, tidak semua orang muda bisa seperti ini. Anak muda yang disibukkan dengan kegiatan yang banyak orang bilang hanya untuk menghabiskan waktu senang senang dimasa muda. Tp dengan lantang saya teriakkan, saya bangga dengan diri saya, saya bangga dengan AIESEC, organisasi yang membuat saya lebih teratur. Because I am an AIESECers

No comments: