6.22.2010

jam 2 pagi


Pukul 2.00

Ketika semua nya harus berkumpul di satu kepala yang kecil.
Ketika masalah demi masalah harus dicari solusi nya satu persatu.
Dan ketika otak yang sebenarnya sudah tidak sanggup lagi untuk memikirkannya, tp masih juga dituntut untuk memberikan solusi dari setiap masalah.

Minggu ini adalah minggu ujian akhir di kampus, setiap mahasiswa sibuk belajar dengan rajin, mengulang satu persatu mata kuliah yang telah diajarkan oleh dosen mereka. Dan dengan penuh harapan yang sangat besar, mereka berharap sukses pada ujian kali ini. Meraih yang namanya indeks prestasi lebih dari 3 atau at least 3 sebagai standar minimal.

Sesosok pria yang berbadan kurus terlihat gusar dengan ujian ini. Terlihat beda dengan yang lain, dimana ketika semua teman-temannya disibukkan dengan kegiatan belajar dan belajar, dia terlihat sibuk dengan urusan yang dia anggap lebih penting dari ujian akhir. Apakah ini salah atau apakah benar yang dilakukan nya?

Malam ini tidak jauh berbeda dengan biasanya, duduk di ruang keluarga dengan laptop di depan. Seperti biasa, mama dan papa yang selalu menemani, karna beliau menonton film kesukaan mereka. Jadi ingat ketika 4 atau 5 tahun yang lalu, ketika kita berkumpul bersama sambil menonton sinetron kesukaan kita dan saling rebutan channel tv karna papa ingin nonton pertandingan tinju. Sungguh hal yang sangat membahagiakan dan akan selalu dikenang.

2 tahun terakhir semuanya berubah dan kelihatan berbeda. Moment nya adalah ketika mama terlilit utang dengan rentenir. Jumlah nya sangat banyak. dan sampai sekarang harus membayar tiap bulan dengan rentenir itu. Ditambah lagi 2 buah toko yang dimiliki papa habis terbakar saat gempa bumi tahun kemarin. Cobaan yang sangat berat yang dirasakan oleh keluarga ini, tapi cobaan ini memang belum seberapa dari cobaan yang dihadapi oleh orang orang di luar sana.

Papa sekarang terlihat sangat kurus sekali, saya yakin berat badan papa pasti turus drastis. Mama yang saya anggap wanita terkuat di dunia ini. Wanita ini setiap pagi harus berangkat ke pasar dan pulang jam 6 setelah itu menyiapkan makanan untuk keluarga yang sangat dia sayangi. Emosi di rumah pada saat ini sangatlah tidak stabil, mama yang tiap malam marah marah karna papa tidak bekerja lagi, wanita ini sangat jelas sedang memikirkan sesuatu di pikirannya, anak pertama yang kerja di luar kota, anak kedua yang hanya bisa menghabiskan uang, dan anak ketiga yang ingin pindah sekolah lagi ke kota. Tidak terlihat mama yang setiap malam senyum dan tertawa dengan keras sampai terdengar ke rumah tetangga.

Sudah jam 12 malam, saat nya untuk tidur dan berharap hari esok lebih baik.
Mata sudah mengantuk tapi masih tidak mau tidur. Pria ini terlihat gusar, dan sangat pusing memikirkan sesuatu.

Ujian akhir yang sama sekali belum ada persiapan, tugas kuliah yang belum selesai, kerja dan deadline yang segunung tingginya, memikirkan hari esok, memikirkan hubungan dengan wanita yang selalu menemani dalam 5 bulan terakhir, dan wajah mama yang setiap malam terbayang di depan mataku. Pancaran harapan dan kesuksesan terpancar di wajah nya. Hal yang membuat setiap malam bulu kudukku merinding.

Harapan dari seorang ibu.

Sudah jam 2 pagi, masih belum bisa memejamkan mata ini. Kacau, gelisah, pusing menganggu waktu tidur malam ini. Malam yang membuat aku tersentak dan menangis karna dihantui oleh bayangan seorang ibu di seluruh sudut kamar.

terima kasih mama yang tiap malam selalu meningatkanku sebelum tidur.

Untuk mama dan papa,

6.15.2010

young story

Tepat pada pukul 4 pagi, saya buru buru dari rumah menuju ke bandara. Pertama kali untuk saya berangkat sepagi itu ke bandara. Setelah 2 hari sebelumnya disibukkan dengan kegiatan local conference yang sangat padat. Pada tiket tertera jadwal keberangkatan tepat pada pukul 6 pagi. Sekitar 45 menit perjalanan ke bandara, saya langsung buru buru check in, takutnya terlambat buat check in dan ditinggal pesawat. Tepat pada pukul 6, pesawat nya take off dari bandara minangkabau, dan saya langsung mengambil posisi tidur karna mata masih terasa berat, apalagi sesampai di Jakarta sudah dipastikan akan sibuk.
Pada pukul 7.40, alhamdullilah pesawat nya landing dengan sempurna di Jakarta. Keluar dari pesawat dengan keadaan perut sangat lapar sangatlah tidak menyenangkan. Ditambah lagi dituntut harus sampai di tempat meeting pada pukul 9. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli sedikit makanan untuk mengisi perut sesaat. 1 buah nasi dan satu potong ayam ditambah segelas minuman bersoda mengisi perut saya. Serasa sudah menjadi seorang businessman yang sangat sibuk dengan waktu yang terbatas, makan di bandara sendirian, dan sibuk melihat hp ditangan.
Sekitar sejam perjalanan menuju tempat meeting yang berlokasi di daerah slipi, dan dengan menggunakan ojek setelah turun dari damri ,alhamdullilah akhirnya sampai di tempat meeting yang ditentukan. Meeting kali ini terasa sangat berbeda, hanya terdapat sekitar 10 orang di ruangan. Sangat sepi dan sangat tidak meriah. Memang meeting kali ini dirancang khusus untuk sang presiden. Presiden, kata yang sangat berat menurut saya. Berat karna tanggung jawab yang dipikul di pundaknya, berat karna dialah pengambil keputusan tertinggi, dan berat karna jadi presiden, karna akan menjadi terkenal dan dilhat orang. Sering kali saya memikirkan hal hal seperti itu, dan menanyakan kepada diri sendiri, sudah siapkah anda ?? Pertanyaan itu yang sering muncul dipikiran saya.
Seiring waktu berjalan, dari satu sesi lanjut ke sesi berikutnya, presentasi ke presentasi berikutnya, break, kemudian lanjut ke sesi berikutnya. Sungguh hari yang berat, karna sesi nya memang khusus dirancang untuk si presiden. Apalagi ketika dihujani pertanyaan pertanyaan oleh peserta. Sesi yang disajikan sangatlah menarik, seperti bagaimana menjadi seorang leader yang baik, bagaimana cara bersikap, dan banyak lagi. Tp entah mengapa, hari pertama terasa sangat cepat dari biasanya, tidak terasa sudah berada di sesi terakhir. Tubuh yang semula capek, lelah, dan sudah tidak focus lagi, tiba tiba semangat kembali untuk mengikuti sesi ini.
Di hari terakhir, tidak jauh dengan hari pertama, hanya saja terasa sedikit lebih santai. Dimulai dari sesi pertama pada pukul 09.00 pagi dan selesai pada pukul 09.00 malam. Hari kedua ini lebih banyak sharing dan diskusi dengan sesama peserta. Keesokan harinya saya harus balik ke padang, karena harus kembali sebagai seorang mahasiswa dan mengikuti perkuliahan layaknya mahasiswa lain.
Satu hal yang membuat saya bangga dengan diri saya adalah tidak semua mahasiswa bisa menjadi seperti saya, tidak semua orang muda bisa seperti ini. Anak muda yang disibukkan dengan kegiatan yang banyak orang bilang hanya untuk menghabiskan waktu senang senang dimasa muda. Tp dengan lantang saya teriakkan, saya bangga dengan diri saya, saya bangga dengan AIESEC, organisasi yang membuat saya lebih teratur. Because I am an AIESECers

5.23.2010

Experience is not expensive ... thats all about your self

when i was child i had dream to become Pilot, but i can not rich that dream..so sad, i lost 2 of my teeth...good teeth is one of important factors if you want become a pilot...
so, i change my dream become employee at the bank... hehehe,,,working in bank is so cool at the time...that's about money..i think we can rich if working at bank...

3 years later after making a dream (working at bank), i met
someone that very inspirational for me. he was said just make your dream become bigger and bigger. Don't be afraid, don't be scare... just dream big !!! :)

in january 2009, i created my dream for 2009...on the top of
merapi mountain, i was created the simple statement that i told to this earth "i want to go to abroad this year" amin...

3 months later after january, i got one opportunity to go to abroad which is Vietnam, actually, i don't know what country is it. i just get information from my boss. So, i was making my
passport (yippie) .. just to make it short, because i don't want to remember this story anymore..ckckck.. i can not go to Vietnam because this opportunity (conference) special for president for my organization (AIESEC UNAND)... :(

day by day
month by month has passed...
and 2010 coming, but i still didn't reach my dream "go abroad"...

on March 20th till 30th 2010,,, i and 4 of my best friend got the coolest experience in abroad which are Malaysia and Taiwan. Finally, my dreams come true :)

10 days in Taiwan was so meaningful for each of us

new friends
culture shock
new experience