Pukul 2.00
Ketika semua nya harus berkumpul di satu kepala yang kecil.
Ketika masalah demi masalah harus dicari solusi nya satu persatu.
Dan ketika otak yang sebenarnya sudah tidak sanggup lagi untuk memikirkannya, tp masih juga dituntut untuk memberikan solusi dari setiap masalah.
Minggu ini adalah minggu ujian akhir di kampus, setiap mahasiswa sibuk belajar dengan rajin, mengulang satu persatu mata kuliah yang telah diajarkan oleh dosen mereka. Dan dengan penuh harapan yang sangat besar, mereka berharap sukses pada ujian kali ini. Meraih yang namanya indeks prestasi lebih dari 3 atau at least 3 sebagai standar minimal.
Sesosok pria yang berbadan kurus terlihat gusar dengan ujian ini. Terlihat beda dengan yang lain, dimana ketika semua teman-temannya disibukkan dengan kegiatan belajar dan belajar, dia terlihat sibuk dengan urusan yang dia anggap lebih penting dari ujian akhir. Apakah ini salah atau apakah benar yang dilakukan nya?
Malam ini tidak jauh berbeda dengan biasanya, duduk di ruang keluarga dengan laptop di depan. Seperti biasa, mama dan papa yang selalu menemani, karna beliau menonton film kesukaan mereka. Jadi ingat ketika 4 atau 5 tahun yang lalu, ketika kita berkumpul bersama sambil menonton sinetron kesukaan kita dan saling rebutan channel tv karna papa ingin nonton pertandingan tinju. Sungguh hal yang sangat membahagiakan dan akan selalu dikenang.
2 tahun terakhir semuanya berubah dan kelihatan berbeda. Moment nya adalah ketika mama terlilit utang dengan rentenir. Jumlah nya sangat banyak. dan sampai sekarang harus membayar tiap bulan dengan rentenir itu. Ditambah lagi 2 buah toko yang dimiliki papa habis terbakar saat gempa bumi tahun kemarin. Cobaan yang sangat berat yang dirasakan oleh keluarga ini, tapi cobaan ini memang belum seberapa dari cobaan yang dihadapi oleh orang orang di luar sana.
Papa sekarang terlihat sangat kurus sekali, saya yakin berat badan papa pasti turus drastis. Mama yang saya anggap wanita terkuat di dunia ini. Wanita ini setiap pagi harus berangkat ke pasar dan pulang jam 6 setelah itu menyiapkan makanan untuk keluarga yang sangat dia sayangi. Emosi di rumah pada saat ini sangatlah tidak stabil, mama yang tiap malam marah marah karna papa tidak bekerja lagi, wanita ini sangat jelas sedang memikirkan sesuatu di pikirannya, anak pertama yang kerja di luar kota, anak kedua yang hanya bisa menghabiskan uang, dan anak ketiga yang ingin pindah sekolah lagi ke kota. Tidak terlihat mama yang setiap malam senyum dan tertawa dengan keras sampai terdengar ke rumah tetangga.
Sudah jam 12 malam, saat nya untuk tidur dan berharap hari esok lebih baik.
Mata sudah mengantuk tapi masih tidak mau tidur. Pria ini terlihat gusar, dan sangat pusing memikirkan sesuatu.
Ujian akhir yang sama sekali belum ada persiapan, tugas kuliah yang belum selesai, kerja dan deadline yang segunung tingginya, memikirkan hari esok, memikirkan hubungan dengan wanita yang selalu menemani dalam 5 bulan terakhir, dan wajah mama yang setiap malam terbayang di depan mataku. Pancaran harapan dan kesuksesan terpancar di wajah nya. Hal yang membuat setiap malam bulu kudukku merinding.
Harapan dari seorang ibu.
Sudah jam 2 pagi, masih belum bisa memejamkan mata ini. Kacau, gelisah, pusing menganggu waktu tidur malam ini. Malam yang membuat aku tersentak dan menangis karna dihantui oleh bayangan seorang ibu di seluruh sudut kamar.
terima kasih mama yang tiap malam selalu meningatkanku sebelum tidur.
Untuk mama dan papa,
2 comments:
Haris, semangat ya :) :)
aku bangga padamu :)
how great you are, bg :D
Post a Comment